SHARE
Home > News > News > Elon Musk Batal Beli Twitter, Kenapa?

Elon Musk Batal Beli Twitter, Kenapa?

10 July 2022 14:27 WIB Twitter Elon Musk

Mengejutkan, Elon Musk secara resmi membatalkan akuisisi Twitter. Dirinya menarik diri dari perjanjian senilai USD 44 miliar atau setara dengan Rp 659 triliun. Dalam pengajuan Jumat sore kepada Komisi Sekuritas dan Bursa, tim Musk mengklaim ada beberapa pelanggaran yang dilakukan Twitter.

Melansir Merahputih.com, salah satunya ialah bahwa Twitter melakukan 'pelanggaran material' terhadap perjanjian mereka dan telah membuat pernyataan 'palsu dan menyesatkan' selama negosiasi. Hal-hal itu membuat Musk memutuskan mengakhiri kesepakatan tersebut.

"Selama hampir dua bulan, Tuan Musk telah mencari data dan informasi yang diperlukan untuk 'membuat penilaian independen tentang prevalensi akun palsu atau spam di platform Twitter'," ujar tim hukum Musk. “Twitter telah gagal atau menolak untuk memberikan informasi ini.”

Elon Musk membatalkan pembelian Twitter diyakini karena adanya ketidaksesuaian data akun spam dan bot di platform. (Foto/Reason.com)

Twitter masih berharap untuk menyelesaikan kesepakatan, meskipun Musk berusaha menghentikannya. Ketua dewan Twitter Bret Taylor menulis bahwa perusahaan akan "mengejar tindakan hukum untuk menegakkan perjanjian merger dan merasa yakin kami akan menang di pengadilan.

Musk seolah telah menyiapkan panggung untuk memutuskan pembatalan kesepakatan itu hanya beberapa minggu setelah dia menandatangani perjanjian, mengklaim bahwa Twitter merilis statistik menyesatkan tentang prevalensi bot spam di platformnya.

Baca Juga : Langgar Privasi Pengguna, Twitter Kena Denda Rp 2,1 Triliun

Namun, belum ada kejelasan yang mengatakan bahwa Musk dapat secara hukum membatalkan begitu saja perjanjiannya hanya karena ia tidak senang dengan kehadiran spam di Twitter. Itu merupakan sesuatu yang bisa dia selidiki sebelum menandatangani kesepakatan.

Twitter telah berusaha keras untuk menunjukkan kepatuhan terhadap permintaan Musk. Pada awal Juni, perusahaan membuka akses "firehose" ke layanannya sehingga Musk dapat menerima dan menganalisis setiap cicitan yang diposting.

Baca Juga : Twitter Tips, Cara Dapatkan Cuan Melalui Followers!

Perusahaan juga terus berusaha meyakinkan publik bahwa mereka telah mengendalikan spam dan bot. Pada hari Kamis, mereka mengatakan bahwa perusahaan memblokir lebih dari satu juta akun spam per hari, dan pada bulan Mei, CEO-nya menulis utas panjang tentang bagaimana Twitter menentukan berapa banyak penggunanya yang merupakan bot.

Tim Musk juga mengklaim bahwa Twitter melanggar perjanjian mereka ketika memecat dua pejabat eksekutif, memberhentikan sebagian dari tim akuisisi bakat, dan melembagakan pembekuan perekrutan selama beberapa bulan terakhir karena perusahaan tidak meminta izin untuk menyimpang dari cara bisnisnya yang biasa. (waf)


Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!
Home > Blog > News > Elon Musk Batal Beli Twitter, Kenapa?

Elon Musk Batal Beli Twitter, Kenapa?

10 July 2022 14:27 WIB
Twitter Elon Musk

Mengejutkan, Elon Musk secara resmi membatalkan akuisisi Twitter. Dirinya menarik diri dari perjanjian senilai USD 44 miliar atau setara dengan Rp 659 triliun. Dalam pengajuan Jumat sore kepada Komisi Sekuritas dan Bursa, tim Musk mengklaim ada beberapa pelanggaran yang dilakukan Twitter.

Melansir Merahputih.com, salah satunya ialah bahwa Twitter melakukan 'pelanggaran material' terhadap perjanjian mereka dan telah membuat pernyataan 'palsu dan menyesatkan' selama negosiasi. Hal-hal itu membuat Musk memutuskan mengakhiri kesepakatan tersebut.

"Selama hampir dua bulan, Tuan Musk telah mencari data dan informasi yang diperlukan untuk 'membuat penilaian independen tentang prevalensi akun palsu atau spam di platform Twitter'," ujar tim hukum Musk. “Twitter telah gagal atau menolak untuk memberikan informasi ini.”

Elon Musk membatalkan pembelian Twitter diyakini karena adanya ketidaksesuaian data akun spam dan bot di platform. (Foto/Reason.com)

Twitter masih berharap untuk menyelesaikan kesepakatan, meskipun Musk berusaha menghentikannya. Ketua dewan Twitter Bret Taylor menulis bahwa perusahaan akan "mengejar tindakan hukum untuk menegakkan perjanjian merger dan merasa yakin kami akan menang di pengadilan.

Musk seolah telah menyiapkan panggung untuk memutuskan pembatalan kesepakatan itu hanya beberapa minggu setelah dia menandatangani perjanjian, mengklaim bahwa Twitter merilis statistik menyesatkan tentang prevalensi bot spam di platformnya.

Baca Juga : Langgar Privasi Pengguna, Twitter Kena Denda Rp 2,1 Triliun

Namun, belum ada kejelasan yang mengatakan bahwa Musk dapat secara hukum membatalkan begitu saja perjanjiannya hanya karena ia tidak senang dengan kehadiran spam di Twitter. Itu merupakan sesuatu yang bisa dia selidiki sebelum menandatangani kesepakatan.

Twitter telah berusaha keras untuk menunjukkan kepatuhan terhadap permintaan Musk. Pada awal Juni, perusahaan membuka akses "firehose" ke layanannya sehingga Musk dapat menerima dan menganalisis setiap cicitan yang diposting.

Baca Juga : Twitter Tips, Cara Dapatkan Cuan Melalui Followers!

Perusahaan juga terus berusaha meyakinkan publik bahwa mereka telah mengendalikan spam dan bot. Pada hari Kamis, mereka mengatakan bahwa perusahaan memblokir lebih dari satu juta akun spam per hari, dan pada bulan Mei, CEO-nya menulis utas panjang tentang bagaimana Twitter menentukan berapa banyak penggunanya yang merupakan bot.

Tim Musk juga mengklaim bahwa Twitter melanggar perjanjian mereka ketika memecat dua pejabat eksekutif, memberhentikan sebagian dari tim akuisisi bakat, dan melembagakan pembekuan perekrutan selama beberapa bulan terakhir karena perusahaan tidak meminta izin untuk menyimpang dari cara bisnisnya yang biasa. (waf)

Baru Dibuka

Glory Petshop - Alam Sutera

, Tangerang, Banten, 15143

Buka pukul 09:30 - 21:00 Tutup

Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!