SHARE
Home > News > News > Multimedia Nusantara Polytechnic, Siapkan Vokasi untuk Industri Terkini

Multimedia Nusantara Polytechnic, Siapkan Vokasi untuk Industri Terkini

19 September 2021 18:53 WIB Universitas Multimedia Nusantara

Setelah 15 tahun kesuksesan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Yayasan Multimedia Nusantara kini kembali meresmikan berdirinya Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP), Sabtu (18/9/2021).

Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, Ir. Teddy Surianto mengatakan bahwa MNP adalah bagian dari wujud visi pendiri Group Kompas Gramedia, Jakob Oetama dan P. K. Ojong, dalam mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat Indonesia, terutama para generasi muda.

"Visi dari perintis Kompas Gramedia (KG) yang menginspirasi Yayasan Multimedia Nusantara untuk mendirikan MNP. Dari sinilah MNP akan menjalankan misi dan visi perintis KG, yakni mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat Indonesia lewat pendidikan vokasi yang unggul dan berbasis Information Communication Technology (ICT) serta industri kreatif," ujar Teddy dalam kesempatan peresmian MNP yang diadakan secara hybrid alias offline dan online seperti yang dikutip dari Tribunnews.

Ir. Teddy Surianto, Ketua Yayasan Multimedia Nusantara. (Instagram/@universitasmultimedianusantara)

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Rektor UMN Dr. Ninok Leksono dan perwakilan jajaran Rektorat UMN, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, S.T., M. Sc., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah III Prof. Agus Seto Budi, M.Sc., dan perwakilan Kompas Gramedia.

Secara virtual, turut hadir pula CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama, Komisaris Yayasan Multimedia Nusantara Harli Oyong, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dekan program studi UMN, dan dosen-dosen UMN.

Teddy yakin tema peresmian "Kolaborasi untuk Vokasi Indonesia" dapat menjadi kunci keberhasilan pencapaian visi dan misi MNP. Selain itu kolaborasi juga selaras dengan semangat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Secara virtual, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa inisiatif Yayasan Multimedia Nusantara dalam mendirikan MNP merupakan langkah tepat sekaligus menjadi harapan baru untuk peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran vokasi di bidang industri kreatif.

Mendikbud Nadiem Makarim turut hadir secara virtual. (Instagram/@universitasmultimedianusantara)

Nadiem berharap MNP dapat menjadi jawaban bagi kebutuhan Tanah Air akan pelaku industri kreatif yang tak hanya kreatif tapi juga memiliki kompetensi manajerial dan kemampuan berinovasi. Adapun nantinya ketiga prodi awal yang ditawarkan oleh MNP merupakan jurusan yang sangat dibutuhkan untuk penguatan ekosistem pendidikan.

"Vokasi kuat akan menguatkan Indonesia," kata Nadiem.

Senada dengan Nadiem, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., turut menyampaikan harapan dirinya terhadap MNP agar dapat menjadi salah satu sarana pendidikan vokasi terbaik di Asia.

"Harapan kami ini akan menjadi one of the best pendidikan vokasi di Asia dalam 10 tahun," ungkap Wikan.

Ketiga prodi awal yang akan dibesut oleh MNP, seperti yang dijelaskan oleh Dewan Pengarah Pendirian MNP Ir. Andrey Andoko, M. Sc., ialah Digital Animation, E-Commerce Logistics, dan Event Management (MICE).

"Tiga program perdana yang dibangun MNP merupakan lingkup industri kreatif yang sedang berkembang saat ini. Tiga prodi ini menitikberatkan pada pendayagunaan ICT sebagai kompetensi unggulan yang terdiri dari kombinasi tiga literasi utama yakni literasi digital, manusia, dan data," tuturnya.

Prodi Digital Animation merupakan jawaban akan tingginya permintaan animator di industri animasi yang dewasa ini tengah berkembang pesat. Sementara itu prodi E-Commerce Logistics ialah respon terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat terutama di tengah masa pandemi yang berdampak pada perkembangan perdagangan elektronik.

Prof Agus Setyo Budi, M. Sc., Kepala LLDIKTI Wilayah III. (Instagram/@universitasmultimedianusantara)

Hal ini tentunya juga selaras dengan rencana pemerintah dalam mengembangkan kapasitas digital ekonomi Indonesia hingga dapat menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dalam bentuk peta jalan perdagangan elektronik.

Hal yang sama juga terdapat pada prodi Event Management yang erat dengan industri Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE). Prodi ini dapat menciptakan peluang baru di bidang penyelenggaraan hybrid event yang membutuhkan sumber daya dengan literasi digital yang bermutu.

MNP akan selalu menciptakan prodi yang responsif terhadap kebutuhan industri saat ini yang sekaligus diiringi dengan strategi pembelajaran dan kurikulum yang relevan dan kontekstual.

"Metode pembelajaran aktif berbasis project based yang dilakukan bersama dengan mitra industri merupakan sebuah experiential learning dan ini sangat efektif dalam pendidikan tinggi vokasi," jelas Project Manager MNP Roy Anthonius Susanto, S.Sn., M.Ds., CDM.

Kampus MNP berlokasi di Gading Serpong dan dibangun di atas lahan seluas 80.000 m2, dengan are bangunan kampus seluas 13.300 m2, dan terdiri dari lima lantai. Kampus MNP juga menjadi pengembangan awal wilayah terpadu industri dan pendidikan atau teaching industry.

Yayasan Multimedia Nusantara menyebut kawasan ini menjadi Tekonopolis 8 dan berencana bakal menjadikan sebuah kawasan pendidikan terpadu. Buat kamu yang tertarik dengan MNP bisa mengunjungi akun Instagram @join.mnpoly atau website www.mnp.ac.id untuk pendaftaran. (WAF)


Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!
Home > Blog > News > Multimedia Nusantara Polytechnic, Siapkan Vokasi untuk Industri Terkini

Multimedia Nusantara Polytechnic, Siapkan Vokasi untuk Industri Terkini

19 September 2021 18:53 WIB
Universitas Multimedia Nusantara

Setelah 15 tahun kesuksesan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Yayasan Multimedia Nusantara kini kembali meresmikan berdirinya Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP), Sabtu (18/9/2021).

Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, Ir. Teddy Surianto mengatakan bahwa MNP adalah bagian dari wujud visi pendiri Group Kompas Gramedia, Jakob Oetama dan P. K. Ojong, dalam mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat Indonesia, terutama para generasi muda.

"Visi dari perintis Kompas Gramedia (KG) yang menginspirasi Yayasan Multimedia Nusantara untuk mendirikan MNP. Dari sinilah MNP akan menjalankan misi dan visi perintis KG, yakni mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat Indonesia lewat pendidikan vokasi yang unggul dan berbasis Information Communication Technology (ICT) serta industri kreatif," ujar Teddy dalam kesempatan peresmian MNP yang diadakan secara hybrid alias offline dan online seperti yang dikutip dari Tribunnews.

Ir. Teddy Surianto, Ketua Yayasan Multimedia Nusantara. (Instagram/@universitasmultimedianusantara)

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Rektor UMN Dr. Ninok Leksono dan perwakilan jajaran Rektorat UMN, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, S.T., M. Sc., Ph.D., Kepala LLDIKTI Wilayah III Prof. Agus Seto Budi, M.Sc., dan perwakilan Kompas Gramedia.

Secara virtual, turut hadir pula CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama, Komisaris Yayasan Multimedia Nusantara Harli Oyong, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dekan program studi UMN, dan dosen-dosen UMN.

Teddy yakin tema peresmian "Kolaborasi untuk Vokasi Indonesia" dapat menjadi kunci keberhasilan pencapaian visi dan misi MNP. Selain itu kolaborasi juga selaras dengan semangat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Secara virtual, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa inisiatif Yayasan Multimedia Nusantara dalam mendirikan MNP merupakan langkah tepat sekaligus menjadi harapan baru untuk peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran vokasi di bidang industri kreatif.

Mendikbud Nadiem Makarim turut hadir secara virtual. (Instagram/@universitasmultimedianusantara)

Nadiem berharap MNP dapat menjadi jawaban bagi kebutuhan Tanah Air akan pelaku industri kreatif yang tak hanya kreatif tapi juga memiliki kompetensi manajerial dan kemampuan berinovasi. Adapun nantinya ketiga prodi awal yang ditawarkan oleh MNP merupakan jurusan yang sangat dibutuhkan untuk penguatan ekosistem pendidikan.

"Vokasi kuat akan menguatkan Indonesia," kata Nadiem.

Senada dengan Nadiem, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., turut menyampaikan harapan dirinya terhadap MNP agar dapat menjadi salah satu sarana pendidikan vokasi terbaik di Asia.

"Harapan kami ini akan menjadi one of the best pendidikan vokasi di Asia dalam 10 tahun," ungkap Wikan.

Ketiga prodi awal yang akan dibesut oleh MNP, seperti yang dijelaskan oleh Dewan Pengarah Pendirian MNP Ir. Andrey Andoko, M. Sc., ialah Digital Animation, E-Commerce Logistics, dan Event Management (MICE).

"Tiga program perdana yang dibangun MNP merupakan lingkup industri kreatif yang sedang berkembang saat ini. Tiga prodi ini menitikberatkan pada pendayagunaan ICT sebagai kompetensi unggulan yang terdiri dari kombinasi tiga literasi utama yakni literasi digital, manusia, dan data," tuturnya.

Prodi Digital Animation merupakan jawaban akan tingginya permintaan animator di industri animasi yang dewasa ini tengah berkembang pesat. Sementara itu prodi E-Commerce Logistics ialah respon terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat terutama di tengah masa pandemi yang berdampak pada perkembangan perdagangan elektronik.

Prof Agus Setyo Budi, M. Sc., Kepala LLDIKTI Wilayah III. (Instagram/@universitasmultimedianusantara)

Hal ini tentunya juga selaras dengan rencana pemerintah dalam mengembangkan kapasitas digital ekonomi Indonesia hingga dapat menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dalam bentuk peta jalan perdagangan elektronik.

Hal yang sama juga terdapat pada prodi Event Management yang erat dengan industri Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE). Prodi ini dapat menciptakan peluang baru di bidang penyelenggaraan hybrid event yang membutuhkan sumber daya dengan literasi digital yang bermutu.

MNP akan selalu menciptakan prodi yang responsif terhadap kebutuhan industri saat ini yang sekaligus diiringi dengan strategi pembelajaran dan kurikulum yang relevan dan kontekstual.

"Metode pembelajaran aktif berbasis project based yang dilakukan bersama dengan mitra industri merupakan sebuah experiential learning dan ini sangat efektif dalam pendidikan tinggi vokasi," jelas Project Manager MNP Roy Anthonius Susanto, S.Sn., M.Ds., CDM.

Kampus MNP berlokasi di Gading Serpong dan dibangun di atas lahan seluas 80.000 m2, dengan are bangunan kampus seluas 13.300 m2, dan terdiri dari lima lantai. Kampus MNP juga menjadi pengembangan awal wilayah terpadu industri dan pendidikan atau teaching industry.

Yayasan Multimedia Nusantara menyebut kawasan ini menjadi Tekonopolis 8 dan berencana bakal menjadikan sebuah kawasan pendidikan terpadu. Buat kamu yang tertarik dengan MNP bisa mengunjungi akun Instagram @join.mnpoly atau website www.mnp.ac.id untuk pendaftaran. (WAF)

Related Article
16 September 2019 Universitas Multimedia Nusantara

UMN Kembali Raih Penghargaan Gedung Hemat Energi Tingkat ASEAN

Baru Dibuka

Lumiere Kitchen & Wardrobe

Jl. Kp. Dongkol, Tangerang, Banten, 15320

Buka pukul 10:00 - 18:00 Tutup

Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!