SHARE
Home > News > News > 1,5 Juta Vaksin Pentavalen Buatan Indonesia untuk Lindungi Anak-Anak Nigeria

1,5 Juta Vaksin Pentavalen Buatan Indonesia untuk Lindungi Anak-Anak Nigeria

20 June 2023 15:09 WIB Vaksin Pentavalen Kesehatan

Bio Farma, perusahaan induk Holding BUMN Farmasi, mendukung upaya Pemerintah dalam mempertahankan ketahanan kesehatan global dengan menyediakan 1,5 juta dosis vaksin pentavalen (dibawah merek dagang Pentabio) melalui program hibah vaksin dari Indonesian AID (Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional/LDKPI) Kementerian Keuangan RI untuk Pemerintah Nigeria.

Distribusi vaksin akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap I meliputi penyaluran 730 ribu dosis produk pentavalen, dan tahap II mencakup 850 ribu dosis. Pelepasan hibah vaksin tahap I diadakan pada 28 Mei 2023 di Kantor Bea dan Cukai Soekarno Hatta Jakarta, meliputi 730 ribu dosis, dihadiri oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi, dan Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Indrajad Hattari.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa pelepasan vaksin pentavalen ini bertujuan untuk memberikan hibah kepada Pemerintah Nigeria.

“Saya menghargai LDKPI, yang mendukung penting diplomasi Indonesia dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara yang secara aktif ikut menjaga perdamaian dan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pengiriman vaksin ke Nigeria ini merupakan langkah awal dari berbagai program melalui LDKPI dari hasil kelolaan endowment fund yang telah dialokasikan sebesar 8 triliun rupiah untuk mendukung diplomasi, khususnya soft diplomacy yang dilakukan Kementerian Luar Negeri ataupun instansi terkait”, tambah Sri Mulyani.

Vaksin Pentavalen (Pentabio). Foto: Klikdokter.

Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi, menyatakan bahwa ekspor Indonesia ke Nigeria merupakan yang ketiga terbesar di Afrika, setelah Afrika Selatan dan Kenya. Terdapat 15 perusahaan Indonesia yang beroperasi di Nigeria, mencakup berbagai sektor seperti makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lainnya.

Pengiriman vaksin ini diharapkan dapat membantu vaksinasi lebih dari 500 ribu bayi di Nigeria, dan Indonesia juga akan mengirim vaksin ke beberapa negara Afrika lainnya. Kerjasama di bidang vaksin merupakan salah satu sektor yang patut dikembangkan di masa depan, dan Indonesia memiliki kapasitas untuk mengembangkan kerjasama ini yang saling menguntungkan.

Baca Juga: Inovasi Baru Es Krim dengan Kandungan Daun Kelor Mampu Atasi Stunting

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, menyampaikan bahwa penyediaan vaksin Pentavalent untuk Pemerintah Federal Nigeria merupakan bentuk solidaritas global dalam mendukung kesetaraan akses terhadap vaksin. Produk vaksin yang diserahkan kepada Pemerintah Nigeria adalah produk unggulan Bio Farma yang telah memenuhi standar dunia, termasuk sertifikasi WHO, dan diproduksi di Pabrik Bio Farma, Bandung Indonesia.

Direktur Operasi Bio Farma, Rahman Roestan menyampaikan bahwa kedepannya, direncanakan Bio Farma akan melakukan kerja sama teknologi transfer untuk vaksin Pentavalen dengan mitra Perusahaan farmasi lokal di Nigeria.

“Jumlah penduduk yang besar dan angka kelahiran yang tinggi di Nigeria serta wilayah regional Afrika Barat, menjadi peluang Bio Farma untuk melakukan ekspansi pasar vaksin dengan menjadikan Nigeria sebagai Hub produksi vaksin untuk kebutuhan program vaksinasi nasional” papar Rahman.

Baca Juga: Catat! Ini Layanan Kesehatan Gratis yang Ada di Kota Tangerang

Vaksin Pentavalen sendiri merupakan vaksin kombinasi DTP-HB-Hib yang membantu pencegahan 5 (lima) macam penyakit sekaligus, yaitu: difteri, tetanus, pertussis, hepatitis B dan Haemophilus influenzae tipe B (Hib).

Vaksin Pentavalen memberikan multi respon imun, dimana dengan satu kali suntikan diperoleh kekebalan tubuh terhadap 5 jenis penyakit (Diphtheria, Pertusis, Tetanus, Hepatits B, Haemophilus Influenza tipe B) yang diberikan pada bayi usia 2, 4 dan 6 bulan, sebanyak tiga dosis untuk setiap bayinya. Ijin Edar produk ini telah disetujui di Indonesia sejak 2013 dan telah mendapat PQ WHO sejak 2014.


Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!
Home > Blog > News > 1,5 Juta Vaksin Pentavalen Buatan Indonesia untuk Lindungi Anak-Anak Nigeria

1,5 Juta Vaksin Pentavalen Buatan Indonesia untuk Lindungi Anak-Anak Nigeria

20 June 2023 15:09 WIB
Vaksin Pentavalen Kesehatan

Bio Farma, perusahaan induk Holding BUMN Farmasi, mendukung upaya Pemerintah dalam mempertahankan ketahanan kesehatan global dengan menyediakan 1,5 juta dosis vaksin pentavalen (dibawah merek dagang Pentabio) melalui program hibah vaksin dari Indonesian AID (Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional/LDKPI) Kementerian Keuangan RI untuk Pemerintah Nigeria.

Distribusi vaksin akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap I meliputi penyaluran 730 ribu dosis produk pentavalen, dan tahap II mencakup 850 ribu dosis. Pelepasan hibah vaksin tahap I diadakan pada 28 Mei 2023 di Kantor Bea dan Cukai Soekarno Hatta Jakarta, meliputi 730 ribu dosis, dihadiri oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi, dan Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Indrajad Hattari.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa pelepasan vaksin pentavalen ini bertujuan untuk memberikan hibah kepada Pemerintah Nigeria.

“Saya menghargai LDKPI, yang mendukung penting diplomasi Indonesia dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara yang secara aktif ikut menjaga perdamaian dan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pengiriman vaksin ke Nigeria ini merupakan langkah awal dari berbagai program melalui LDKPI dari hasil kelolaan endowment fund yang telah dialokasikan sebesar 8 triliun rupiah untuk mendukung diplomasi, khususnya soft diplomacy yang dilakukan Kementerian Luar Negeri ataupun instansi terkait”, tambah Sri Mulyani.

Vaksin Pentavalen (Pentabio). Foto: Klikdokter.

Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P Marsudi, menyatakan bahwa ekspor Indonesia ke Nigeria merupakan yang ketiga terbesar di Afrika, setelah Afrika Selatan dan Kenya. Terdapat 15 perusahaan Indonesia yang beroperasi di Nigeria, mencakup berbagai sektor seperti makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lainnya.

Pengiriman vaksin ini diharapkan dapat membantu vaksinasi lebih dari 500 ribu bayi di Nigeria, dan Indonesia juga akan mengirim vaksin ke beberapa negara Afrika lainnya. Kerjasama di bidang vaksin merupakan salah satu sektor yang patut dikembangkan di masa depan, dan Indonesia memiliki kapasitas untuk mengembangkan kerjasama ini yang saling menguntungkan.

Baca Juga: Inovasi Baru Es Krim dengan Kandungan Daun Kelor Mampu Atasi Stunting

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, menyampaikan bahwa penyediaan vaksin Pentavalent untuk Pemerintah Federal Nigeria merupakan bentuk solidaritas global dalam mendukung kesetaraan akses terhadap vaksin. Produk vaksin yang diserahkan kepada Pemerintah Nigeria adalah produk unggulan Bio Farma yang telah memenuhi standar dunia, termasuk sertifikasi WHO, dan diproduksi di Pabrik Bio Farma, Bandung Indonesia.

Direktur Operasi Bio Farma, Rahman Roestan menyampaikan bahwa kedepannya, direncanakan Bio Farma akan melakukan kerja sama teknologi transfer untuk vaksin Pentavalen dengan mitra Perusahaan farmasi lokal di Nigeria.

“Jumlah penduduk yang besar dan angka kelahiran yang tinggi di Nigeria serta wilayah regional Afrika Barat, menjadi peluang Bio Farma untuk melakukan ekspansi pasar vaksin dengan menjadikan Nigeria sebagai Hub produksi vaksin untuk kebutuhan program vaksinasi nasional” papar Rahman.

Baca Juga: Catat! Ini Layanan Kesehatan Gratis yang Ada di Kota Tangerang

Vaksin Pentavalen sendiri merupakan vaksin kombinasi DTP-HB-Hib yang membantu pencegahan 5 (lima) macam penyakit sekaligus, yaitu: difteri, tetanus, pertussis, hepatitis B dan Haemophilus influenzae tipe B (Hib).

Vaksin Pentavalen memberikan multi respon imun, dimana dengan satu kali suntikan diperoleh kekebalan tubuh terhadap 5 jenis penyakit (Diphtheria, Pertusis, Tetanus, Hepatits B, Haemophilus Influenza tipe B) yang diberikan pada bayi usia 2, 4 dan 6 bulan, sebanyak tiga dosis untuk setiap bayinya. Ijin Edar produk ini telah disetujui di Indonesia sejak 2013 dan telah mendapat PQ WHO sejak 2014.

Baru Dibuka

Lumiere Kitchen & Wardrobe

Jl. Kp. Dongkol, Tangerang, Banten, 15320

Buka pukul 10:00 - 18:00 Tutup

Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!