SHARE
Home > News > Features > Dari Mana Asal Barang-barang yang Kamu Pakai? Ini Dia Prosesnya!

Dari Mana Asal Barang-barang yang Kamu Pakai? Ini Dia Prosesnya!

17 March 2019 15:25 WIB Features

Zaman sekarang ini, salah satu barang yang paling sering digunakan adalah perangkat elektronik, mulai dari smartphone, TV, kulkas, dan masih banyak lainnya. Sejatinya, perangkat elektronik terus bertambah setiap harinya. Perangkat elektronik yang kita gunakan sehari-hari memiliki beragam komponen di dalamnya, dan bisa berfungsi dengan baik.

Ternyata, sebagian besar komponen yang ada di dalam perangkat elektronik berasal dari tambang lho! Beragam komponen seperti tembaga, emas, perak, timah, kobalt, dan lainnya digunakan untuk membuat perangkat elektronik. Kamu pasti penasaran kan dengan proses pengolahan komponen-komponen tersebut hingga menjadi sebuah produk? Dilansir dari IDNTimes, berikut ini adalah proses pengolahannya :

Proses Penambangan Sebelum bahan-bahan logam tersebut diolah menjadi produk jadi, pastinya ada sebuah proses untuk mengambil bahan mentah dari logam tersebut. Proses ini diawali dengan kegiatan penyelidikan dan eksplorasi, yakni proses pencarian cadangan mineral yang punya nilai ekonomis untuk ditambang. Setelah itu, barulah masuk ke proses penambangan. Ada beberapa jenis teknik dari penambangan, seperti PT Freeport Indonesia yang menerapkan dua jenis teknik penambangan, yaitu tambang terbuka dan tambang bawah tanah.

Proses Pengolahan Setelah mendapatkan bahan dasar dalam bentuk batuan bijih mineral, lalu batuan bijih tersebut diangkut ke pabrik pengolahan untuk dihancurkan menjadi pasir yang halus. Proses pengolahan tersebut meliputi kegiatan penggerusan, pengapungan, dan pengeringan. Proses peminahan mineral berharga juga dilakukan dengan cara fisika, dan menggunakan reagent, yaitu bahan kimia yang mengandung alkohol dan kapur. Bahan ini berguna untuk memisahkan konsentrat yang mengandung mineral tembaga, emas, dan perak. Sisi dari pasir yang tidak punya nilai ekonomis, atau biasa disebut dengan tailing ditaruh di area pengendapan.

Batuan Bijih Dijadikan Konsentrat Konsentrat dalam bentuk bubur disalurkan dari pabrik pengolahan menuju pabrik pengeringan. Proses pengeringan yang dilakukan oleh PT Freeport sendiri berada di Pelabuhan Amamapare, Papua. Konsentrat ini dialirkan melalui pipa sepanjang 110 kilometer lho. Konsentrat yang sudah dikeringkan akan menjadi produk akhir Freeport yang nantinya dikirim ke pabrik pelaburan tembaga, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kemudian, diolah menjadi bahan baku dari berbagai macam barang. Proses

Peleburan Konsentrat Tembaga Setelah Freeport menghasilkan konsentrat yang sudah dikeringkan, konsentrat tembaga ini dikirim untuk proses peleburan. Di Indonesia, pabriknya berada di Gresik, Jawa Timur yang bernama PT Smelting. Pabrik ini juga dimiliki oleh Freeport. Proses dari pemurnian ini meliputi kegiatan smelting dan refining yang kemudian menghasilkan lempengan tembaga atau yang biasa disebut dengan katoda tembaga.

PT Smelting sendiri menampung sekitar 40-50 persen dari produksi Freeport. Dengan kapasitas produksinya yang mencapai 300.000 ton per tahun, katoda tembaga itu kemudian dijadikan bahan dasar untuk berbagai macam barang, misalnya kawat, kabel hingga smartphone. Jadi, kamu sudah tahu kan bagaimana proses pengolahan dasar tembaga hingga menjadi produk jadi? Itulah alasan mengapa beberapa harga produk elektronik dijual cukup mahal, karena harus melewati proses yang panjang.

Soffi Amira P.
[email protected]

Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!
Home > Blog > Features > Dari Mana Asal Barang-barang yang Kamu Pakai? Ini Dia Prosesnya!

Dari Mana Asal Barang-barang yang Kamu Pakai? Ini Dia Prosesnya!

17 March 2019 15:25 WIB
Features

Zaman sekarang ini, salah satu barang yang paling sering digunakan adalah perangkat elektronik, mulai dari smartphone, TV, kulkas, dan masih banyak lainnya. Sejatinya, perangkat elektronik terus bertambah setiap harinya. Perangkat elektronik yang kita gunakan sehari-hari memiliki beragam komponen di dalamnya, dan bisa berfungsi dengan baik.

Ternyata, sebagian besar komponen yang ada di dalam perangkat elektronik berasal dari tambang lho! Beragam komponen seperti tembaga, emas, perak, timah, kobalt, dan lainnya digunakan untuk membuat perangkat elektronik. Kamu pasti penasaran kan dengan proses pengolahan komponen-komponen tersebut hingga menjadi sebuah produk? Dilansir dari IDNTimes, berikut ini adalah proses pengolahannya :

Proses Penambangan Sebelum bahan-bahan logam tersebut diolah menjadi produk jadi, pastinya ada sebuah proses untuk mengambil bahan mentah dari logam tersebut. Proses ini diawali dengan kegiatan penyelidikan dan eksplorasi, yakni proses pencarian cadangan mineral yang punya nilai ekonomis untuk ditambang. Setelah itu, barulah masuk ke proses penambangan. Ada beberapa jenis teknik dari penambangan, seperti PT Freeport Indonesia yang menerapkan dua jenis teknik penambangan, yaitu tambang terbuka dan tambang bawah tanah.

Proses Pengolahan Setelah mendapatkan bahan dasar dalam bentuk batuan bijih mineral, lalu batuan bijih tersebut diangkut ke pabrik pengolahan untuk dihancurkan menjadi pasir yang halus. Proses pengolahan tersebut meliputi kegiatan penggerusan, pengapungan, dan pengeringan. Proses peminahan mineral berharga juga dilakukan dengan cara fisika, dan menggunakan reagent, yaitu bahan kimia yang mengandung alkohol dan kapur. Bahan ini berguna untuk memisahkan konsentrat yang mengandung mineral tembaga, emas, dan perak. Sisi dari pasir yang tidak punya nilai ekonomis, atau biasa disebut dengan tailing ditaruh di area pengendapan.

Batuan Bijih Dijadikan Konsentrat Konsentrat dalam bentuk bubur disalurkan dari pabrik pengolahan menuju pabrik pengeringan. Proses pengeringan yang dilakukan oleh PT Freeport sendiri berada di Pelabuhan Amamapare, Papua. Konsentrat ini dialirkan melalui pipa sepanjang 110 kilometer lho. Konsentrat yang sudah dikeringkan akan menjadi produk akhir Freeport yang nantinya dikirim ke pabrik pelaburan tembaga, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kemudian, diolah menjadi bahan baku dari berbagai macam barang. Proses

Peleburan Konsentrat Tembaga Setelah Freeport menghasilkan konsentrat yang sudah dikeringkan, konsentrat tembaga ini dikirim untuk proses peleburan. Di Indonesia, pabriknya berada di Gresik, Jawa Timur yang bernama PT Smelting. Pabrik ini juga dimiliki oleh Freeport. Proses dari pemurnian ini meliputi kegiatan smelting dan refining yang kemudian menghasilkan lempengan tembaga atau yang biasa disebut dengan katoda tembaga.

PT Smelting sendiri menampung sekitar 40-50 persen dari produksi Freeport. Dengan kapasitas produksinya yang mencapai 300.000 ton per tahun, katoda tembaga itu kemudian dijadikan bahan dasar untuk berbagai macam barang, misalnya kawat, kabel hingga smartphone. Jadi, kamu sudah tahu kan bagaimana proses pengolahan dasar tembaga hingga menjadi produk jadi? Itulah alasan mengapa beberapa harga produk elektronik dijual cukup mahal, karena harus melewati proses yang panjang.

Soffi Amira P.
[email protected]
Baru Dibuka

Lumiere Kitchen & Wardrobe

Jl. Kp. Dongkol, Tangerang, Banten, 15320

Buka pukul 10:00 - 18:00 Tutup

Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!